Kalau kamu penggemar Tekken 8, nama Ulsan pasti udah nggak asing lagi. Tapi di Esports World Cup 2025, dia nggak cuma tampil keren, dia bikin sejarah! Dari kalah di awal sampai jadi juara dunia, semua berkat strategi Dragunov yang bikin lawan nggak bisa napas. Yuk, kita kulik bareng gimana Ulsan bisa “do it again” dan jadi legenda hidup Tekken 8 EWC 2025!
Contents
Comeback Sang Juara, Ulsan Juara Tekken 8 EWC 2025!
Bicara soal Tekken 8, nggak ada yang nampang kalau bukan nama Lim “Ulsan” Soo-hoon. Abis dia bawa pulang piala juara di Esports World Cup tahun lalu (EWC 2024), semua orang pasti mikir, “Gila, bisa nggak sih tahun depan dia ulangin lagi magic yang sama?” Well, ternyata jawabannya adalah: BISA BANGET, DAN DIA BUKTIKIN!
Di Esports World Cup 2025 yang baru aja berlangsung, Ulsan kembali naik ke panggung dan tunjukin ke semua orang siapa itu yang namanya true champion. Perjalanannya nggak mulus-mulus amat, loh. Dia sempet jatuh lebih dulu setelah dikalahin sama Kim “Kkokkoma” Mu-jong di fase awal bracket atas. Tapi kayak judul film action terbaik, justru di sinilah ceritanya mulai seru. Dari lower bracket, dia bangkit kayak Phoenix, dan malah jadi mesin penghancur dengan ngalahin lawan-lawannya yang super berat, mulai dari Arslan Ash sampe CBM. Comeback-nya ini bukan cuma bikin kita mewek lihatnya, tapi juga nulis sejarah baru buat dunia Tekken.
Mainnya Tetap Gacor, Padahal Karakter Andalannya Kena Nerf!
Nah, ini nih bagian yang bikin kemenangan Ulsan rasanya spesial banget. Semua orang tau karakter andalannya, Sang Penindas alias Sergei Dragunov, sempat dapat perlakuan “nerf” di update terbaru Tekken 8. Buat yang belum tau, nerf itu semacam tindakan developer buat nge-rewind atau nurunin kekuatan suatu karakter biar nggak terlalu overpowered. Bisa dibilang, senjata andalannya tiba-tiba tumpul.
Buat kebanyakan pemain, nerf kayak gini bisa bikin mental down dan bahkan nyari karakter baru. Tapi Ulsan? Nggak. Dia tetep stay sama Dragunov-nya. Dalam sebuah wawancara sesudah menang, dia cerita kalau tahun ini punya awal yang sulit banget. Dragunov kena nerf, dan dia ngaku banyak banget kesulitan yang harus dihadapi. Tapi tekadnya pengen buktiin diri di panggung dunia bikin dia tetep gas pol. Dia bilang, “Tapi saya ingin membuktikan diri di panggung ini, dan saya berhasil.”
Cara mainnya pun berubah. Dia nggak bisa main kayak zaman dulu lagi. Ulsan beradaptasi total sama patch terbaru, mengubah tempo permainannya, dan beralih ke frame trap serta pressure game yang bikin lawan-lawannya kelimpungan kayak lagi kehabisan oksigen. Ini membuktikan kalau dia itu pemain yang pinter banget, bukan cuma mengandalkan kekuatan karakter.
Perjalanan Gila-Gilaan dari Lower Bracket ke Final
Abis kalah dari Kkokkoma, jalan yang harus ditempuh Ulsan jadi lebih panjang dan berliku. Dia harus memenangkan setiap pertandingan di lower bracket kalo mau tetap bertahan. Satu kekalahan aja, udah, langsung pulang. Tapi justru di tekanan kayak gini, mental juaranya keliatan banget.
Perjalanannya itu kayak nonton serial anime tournament arc yang spinnynya epic banget. Dia harus melewati:
- Arslan Ash, sang juara EVO 2025, yang dia taklukin dengan skor ketat 2-1.
- Lalu lanjut ngalahin PINYA di perempat final dengan score yang cukup meyakinkan, 5-1.
- Terus di semifinal, dia harus berantem sengit sama CBM dan akhirnya menang 5-3.
Setiap match adalah pembuktian. Dia nunjukin ke dunia bahwa buat jadi juara, kamu butuh lebih dari sekedar jago pencet-pencet tombol. Butuh mental baja, konsistensi level dewa, dan kemampuan buat tetap cool di bawah tekanan yang begitu besar.
Duel Epik di Final: Ulsan vs LowHigh, Duel Sesama Raksasa Korea
Final Tekken 8 EWC 2025 ini adalah pertemuan yang ditunggu-tunggu banget: Ulsan vs LowHigh, dua monster dari Korea Selatan yang skillnya di atas rata-rata. Formatnya first-to-five, jadi siapa yang capai 5 kemenangan duluan, dia yang juara.
Pertandingannya dimulai dengan Ulsan yang langsung unggul cepat 2-0. Tapi LowHigh, yang mainin karakter Bryan yang brutal, nggak tinggal diam. Dia bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2. Saat itu semua orang pasti mikir, “Ini dia, momentum balik.”
Tapi Ulsan punya skill yang namanya “mendownload” lawan. Dia kayak komputer yang menganalisis setiap gerakan LowHigh, mempelajari polanya, dan menemukan celahnya. Abis skor imbang, Ulsan langsung menang tiga game berturut-turut dan nutup laga dengan skor akhir 5-2. LowHigh dengan Bryan-nya sempet bikin tekanan yang gila, tapi Ulsan tetap tenang, mengatur ulang ritme permainannya, dan akhirnya keluar sebagai sang juara. Ini adalah bukti nyata bahwa di level tertinggi, membaca lawan dan adaptasi cepat adalah kunci kemenangan yang sesungguhnya.
Fakta-Fakta Keren dan Prestasi Gila Ulsan
- Back-to-Back Champion: Dia berhasil mempertahankan gelarnya dan jadi back-to-back champion Tekken 8 di EWC 2024 dan 2025.
- Raja Duit: Total penghasilan kariernya sekarang mencapai $550,000! Itu membuatnya jadi pemain Tekken dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Gila nggak tuh?
- Pahlawan Buat Tim: Dia berhasil membawa timnya, DN Freecs, ke posisi ke-11 di Club Championship dengan menyumbang 1.200 poin. Bahkan, berkat kemenangannya ditambah hasil bagus dari tim PUBG mereka, DN Freecs dinobatin sebagai Club of the Week!
Pelajaran Hidup Buat Kita-Kita dari Sang Juara
- Adaptasi adalah Segalanya: Dunia game itu selalu berubah. Meta berubah, karakter di-nerf. Yang membedakan pemain biasa dan juara adalah kemauan dan kemampuan untuk beradaptasi, bukan cuma mengeluh.
- Baca Pola Lawan, Jangan Cuma Nge-Spam Combo: Tekken bukan cuma game cepat dan combo panjang. Ini game catur yang papan-nya adalah stage Tekken. Ulsan mengajarkan kita buat selalu observasi, pelajari kebiasaan lawan, dan serang di celah yang tepat.
- Kegagalan Bukan Akhir, Tapi Bahan Bakar: Kalah di awal tournament? Itu bukan alasan buat nyerah. Buat Ulsan, itu jadi bahan bakar untuk membakar semangatnya dan melakukan comeback yang bahkan lebih epic dari sebelumnya.
Legacy Sang Raja Tekken 8 EWC 2025
Kemenangan Ulsan Tekken 8 di EWC 2025 ini nggak cuma tentang trofi yang mengkilap atau cek yang tebal. Ini tentang legacy. Dia udah jadi simbol dari ketekunan, kecerdasan strategi, dan semangat kompetitif murni di dunia fighting game. Dia membuktikan bahwa dengan kerja keras, adaptasi, dan mental yang kuat, apapun rintangannya bisa dilewati.
Buat kamu yang demen main Tekken atau bahkan punya mimpi buat jadi atlet e-sport, kisah ini bisa banget jadi inspirasi dan motivasi. Siapa tau, dengan belajar dari jalannya, kamu bisa jadi juara berikutnya?
Mau tau info turnamen game lainnya yang seru-seru kayak gini? Mulai dari Valorant, Mobile Legends, sampai DOTA? Pantengin terus update terbaru di Medalist-PJT – tempatnya buat kalian yang haus berita e-sport paling lengkap dan selalu up-to-date! Jangan sampe ketinggalan!